GST & REALITI YANG MENANTI (Bahagian 1)

29 04 2015

RM42 juta sehari bersamaan 15.3 bilion (ribu juta) setahun. Inilah unjuran hasil GST yang bakal dikutip oleh kerajaan dalam masa setahun. Dijangkakan pada hujung tahun 2015 jumlah yang diperolehi adalah sebanyak RM 11.5 bilion. Ini belum mengambilkira aspek keterperanjatan rakyat yang membeli secara pra-GST dan secara berpantang untuk masa sekarang.

Berikut adalah pandangan dan cadangan tentang pengurusan perbelanjaan hasil GST tersebut :

1. Kerajaan perlu berhemah menggunakannya dan fokus kepada keperluan rakyat golongan miskin dan sederhana. Ini tidak bermaksud pendapatan negara yang sedia ada dari sumber-sumber lain boleh dibelanjakan sesuka hati terutama untuk projek-projek yang membazir.

2. Dengan tambahan pendapatan GST ini, kerajaan dapat menjimatkan penggunaan wang dari sumber-sumber lain. Sebahagian dari penjimatan ini harus digunakan untuk membayar hutang negara yang semakin bertambah setiap tahun. Jangan pula penjimatan ini dileburkan untuk projek-projek mega yang kurang sesuai diutamakan dalam keadaan sekarang.

3. Hasil GST perlulah sampai kepada rakyat marhein tanpa mengira warna ideologi politik sebagaimana GST yang tidak menganaktirikan duit hijau atau biru, semua dicukaikan dengan peratus yang sama. Apa yang dibimbangkan pola pilihkasih diaplikasikan dengan meminggirkan golongan tertentu.

4. Gaji minimum RM 1200 mesti dikuatkuasakan sertamerta setelah mengambilkira kadar inflasi & kesan GST terhadap majoriti produk.

5. Kami faham pendidikan percuma yang dijanjikan menjelang 1982 tidak dapat direalisasikan namun sekurang-kurangnya beban yang dipikul oleh ibubapa dapat dikurangkan sekurang-kurangnya separuh.

6. Kerajaan perlu melaksanakan polisi yang teratur bagi Pembangunan Nilai Insan. Sekolah-sekolah agama, madrasah atau pondok seharusnya tidak dibiarkan terkapai-kapai dalam memenuhi keperluan mereka. Pelajar-pelajar pondok persendirian terutamanya perlu diberikan biasiswa kerana mereka adalah golongan Fisabilillah. Apatah lagi pusat zakat tidak berupaya memenuhi keperluan keseluruhan asnaf-asnaf.

Bersambung, In Sha Allah.

Kredit : www.facebook.com/kualaberang





Tiap-tiap yang bernyawa akan merasai mati

5 06 2014

Tiap-tiap yang bernyawa akan merasai mati

Tiap-tiap yang bernyawa akan merasai mati, dan bahawasanya pada hari kiamat sahajalah akan disempurnakan balasan kamu. Ketika itu sesiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke syurga maka sesungguhnya ia telah berjaya. Dan (ingatlah bahawa) kehidupan di dunia ini (meliputi segala kemewahannya dan pangkat kebesarannya) tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang-orang yang terpedaya.

(A-li’Imraan 3:185)





Semakin longlai…

3 01 2014

“Semakin longlai bangsaku, kuasa wang memilu, kesan belanja haru-biru, sang berkuasa buntu, rakyat mati kutu”

 

Pinjam dari : yobtualangsekah.blogspot.com

Pinjam dari : yobtualangsekah.blogspot.com


Semakin longlai bangsaku..

Menerjah ke alam 2014
suram siang malam
perlukah kita diam dan berkata

“Semuanya ketentuan Ilahi” ?

Sedang rabak yang terkesan dek rakus borosnya wang
buat sistem bunyi K-Pop
buat topi & baju bercopkan “1Malaysia”
buat memenuh poket kroni

Tiba-tiba ada suara :
Ubah cara hidupmu
Berjimatlah…
Dua sudu gula catukan jadi satu
Berala-kadarlah
Kita mangsa ekonomi dunia
Bukan salah penguasa
tapi ketentuan Yang Maha Kuasa

Sedarlah dari mimpi-mimpimu
tika liurbasimu menitik satu demi satu
mengubah cerita peta
sepertimana
peta kita berubah dan mengecil
marhein makin terpencil
berdiri terasa kerdil

Janji kini tinggal janji
seperti diperbudakkan
“Sayang… gula-gulamu memang ayah belikan tapi terjatuh kerana ayah gopoh”

Tinggal lagi, perlukah kita menjilat lagi sekali
manisnya gula-gula itu 3, 4 tahun lagi ?





7 Kunci Kebahagiaan Dunia – Ibnu Abbas

25 12 2013

Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW

 

Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di masjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi’in mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia.

Jawab Ibnu Abbas ada 7 Indikator Kebahagiaan Dunia, iaitu :

Pertama – Qalbun Syakirun atau hati yang selalu bersyukur. Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada cita-cita yang berlebihan, tidak ada tekanan. Inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.

Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu :
“Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita”. Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyakkan amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap istiqamah dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!

Kedua – Al Azwaju Solehah, yaitu pasangan hidup yang soleh. Pasangan hidup yang soleh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang soleh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak isteri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang isteri bila memiliki suami yang soleh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak isteri dan anaknya menjadi muslim yang soleh.

Demikian pula seorang isteri yang soleh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang isteri yang soleh.

Ketiga – Al Auladun Abrar, yaitu anak yang soleh. Saat Rasulullah SAW lagi tawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang bahunya lecet-lecet. Setelah selesai tawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : “Kenapa bahumu itu ?” Jawab anak muda itu : “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah uzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika solat, atau ketika istirehat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya”. Lalu anak muda itu bertanya: ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?”

Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: “Sungguh Allah redha kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu”. Dari hadis tersebut kita mendapat gambaran bahawa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun sekurang-kurangnya kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang soleh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang soleh.

Keempat – Albiatu Solehah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita. Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang soleh. Orang-orang yang soleh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah. Orang-orang soleh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya. Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang soleh.

Kelima – Al Malul Halal, atau harta yang halal. Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sedekah, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. “Kamu berdoa sudah bagus”, kata Nabi SAW, “Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya diperolehi secara haram, bagaimana doanya dikabulkan”. Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal kerana doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan syaitan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kukuh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.

Keenam – Tafakuh Fiddin, atau semangat untuk memahami agama. Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya. Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan meng“hidup”kan hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.

Ketujuh – Al Umru Al Mubaarok atau umur yang berkat. Umur yang berkat itu artinya umur yang semakin tua semakin soleh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome).  

Di samping itu, pemikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya.

Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang berkat umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya berkat. Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia.

Bagaimana caranya agar kita dikurniakan Allah ke tujuh buah indikator kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sekerap dan sekhusyuk mungkin membaca doa ‘sapu jagat’ , yaitu doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW. Di mana baris pertama doa tersebut “Robbanaa aatina fid dun-yaa hasanah” (yang ertinya “Ya Allah kurniakanlah aku kebahagiaan dunia “), mempunyai makna bahawa kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang berkat. Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja sudah patut kita syukuri. Sedangkan mengenai kelanjutan doa ‘sapu jagat’ tersebut yaitu “wa fil aakhirati hasanah” (yang artinya “dan juga kebahagiaan akhirat”), untuk memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah.

Kebahagiaan akhirat itu bukan syurga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. syurga itu hanyalah sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk syurga bukan karena amal soleh kita, tetapi karena rahmat Allah. Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan solat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk syurga. Amal soleh sesempurna apapuIn yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat syurga yang dijanjikan Allah.

Kata Nabi SAW, “Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke syurga”. Lalu para sahabat bertanya: “Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?”. Jawab Rasulullah SAW : “Amal soleh saya pun juga tidak cukup”. Lalu para sahabat kembali bertanya : “Kalau begitu dengan apa kita masuk syurga?”. Nabi SAW kembali menjawab : “Kita dapat masuk syurga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata”. Jadi solat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk syurga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan syurga Allah (Insya Allah, Amiin).

Kosakata

Indikator : Petanda atau petunjuk
Tabi’in : Generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW
Taqarrub : Menghampirkan diri kepada Allah S.W.T.
Telaten (Jawa) : Sabar dan teliti dalam mengerjakan sesuatu.
Paradigma : Cara seseorang memandang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berfikir, sikap dan bertingkah laku

7 Kunci Kebahagiaan Dunia

1. Qalbun Syakirun – hati yang selalu bersyukur.
2. Al Azwaju Solehah – pasangan hidup yang soleh / solehah.
3. Al Auladun Abrar – anak yang soleh.
4. Albiatu Solehah – lingkungan yang kondusif untuk iman kita.
5. Al Malul Halal – harta yang halal.
6. Tafakuh Fiddin – semangat untuk memahami agama.
7. Al Umru Al Mubaarok – usia yang berkat.

 Ibnu Abbas

 

 
 

Sumber tulisan:
Ceramah Ustaz Aam Aminudin, Lc. di Sapporo, Jepun, disarikan secara bebas oleh Sdr. Asep Tata Permana, sedikit diedit oleh Penjaga Kebun Hikmah dan seterusnya sedikit edit untuk edisi Bahasa Melayu (Bahasa Malaysia)  oleh http://www.FairuzHafeez.net





Ikan Melompat ke Daratan di Lahad Datu – 24 Disember 2013 (Video)

24 12 2013

Video 1 : 
Video 2 : 

Apakah fenomena ini sebagai amaran dan petanda Tsunami tahun 2004 berulang lagi ? Pada 24 Disember 2004, begitu banyak ikan-ikan kecil yang berlumba-lumba  melompat ke daratan. Fenomena tersebut disusuli Gelombang Tsunami pada 26 Disember 2004 sehari selepas Krismas. Tsunami 2004 banyak mengorbankan nyawa dah memusnahkan harta benda.

Sebelum kejadian ikan melompat di Lahad Datu ini, seorang penduduk yang tinggal beratus kilometer dari Lahad Datu telah mengesahkan gegaran gegaran kecil selama 5 saat pada hari ini 24 Disember 2013. Gegaran ini sebenarnya adalah berpunca dari kejadian gempa bumi berskala 5.7 Ritcher di Kepulauan Mariana, Tagum, Filipina pada jam 5.12 petang tadi, hanya 2,842 km dari timur laut Sabah.

Kejadian ikan melompat di Lahad Datu ini mungkin kelihatan pelik dan aneh. Mengapa ikan-ikan kecil ini seolah-olah berlumba membunuh diri secara melompat naik ke daratan ?  Apakah yang mendorong ikan-ikan kecil ini nmeloimpat ke daratan ? Mungkinkah sistem deria mereka terganggu oleh frekuensi yang terhasil dari getaran gelombang awal Tsunami  dan menyebabkan ikan-ikan ini melompat ke daratan untuk mengelakkan sistem deria mereka “bingit” ?  Atau, adakah ikan-ikan ini berkorban nyawa mereka semata-mata untuk memberitahu kepada khalifah di dunia akan malapetaka yang bakal hadir.

Diharap penduduk sekitar pantai di Sabah mengambil langkah berjaga-jaga dan mengambil ikhtibar kejadian Tsunami 9 tahun yang lepas. Sama-samalah kita berdoa agar tidak berulang kejadian Tsunami ini.

Kampung Tambisan, Lahad Datu

Kelihatan ikan-ikan kecil melomapat-lompat naik ke daratan.

Ini pula kejadian yang berlaku di Pantai Dumyat, al Jadidah.

Jutaan Kerang Dipantai Dumyat al Jadidah, Egypt
Sumber dari Facebook Syah Akasyah

Sumber info asal :

You’re the VOICE ‏@Imann_Fingers (Pakar Twit yg pedas-pedas)





Husam dan Azmin : Ujian Kesetiaan & Intergriti

10 05 2013

Picture from http://gosippolitikmalaysia.wordpress.com/ (Edited)
Gambar dari 
http://gosippolitikmalaysia.wordpress.com (Edit Semula)

Pada pendapat saya, nilai kesetiaan diuji atas hati sanubari dua insan ini. Kedua-duanya masih belum masak ranum untuk diletakkan di barisan atas. Seharusnya kedua-dua insan ini mengikut rentak dan masa. Tiba masanya, jika layak dan mendapat sokongan akan dinobatkan menjadi nakhoda.

Elakkan meredah arus dan mengkritik dalam media terbuka tanpa sembunyi. Sesungguhnya rakyat dan pemimpin atasan sedang meneliti ketahanan kamu berdua mengawal keghairahan dan jiwa muda dalam membuktikan keupayaan kamu. Senioriti masih menjadi aspek penting dalam menentukan susur galur pimpinan. Kawal penyokong kamu melalui kepimpinan melalui teladan. Kami tidak mahu kecewa sekiranya kamu berdua gugur sebelum ranum. Ingat, jika jodoh tidak ke mana.





BEDAH SIASAT PRU 2008 – 16 Sedekah Buat UMNO

4 05 2013

Anwar Ibrahim Masih Relevan Malahan Semakin Advance

Anwar masih dilihat sebagai bakal Perdana Menteri yang cukup karisma. Rakyat melihat beliau sebagai pemimpin berjiwa rakyat sementelah lagi beliau pernah dimalukan, ditumbuk, dihina, dipenjara dan di”telanjang”kan. Penderitaan yang dialami memberikannya gambaran relatif yang jelas terhadap nilai keselamatan, keamanan dan kemakmuran. Segala lumpur-lumpur di jasad beliau telahpun diBERSIHkan penderitaan yang beliau bisa maafkan.

Rakyat masih memikirkan Anwar patut menerima “bayaran hutang” yang telah dinafikan walaupun tinggal setapak lagi. Bukti bahawa Anwar tidak bersalah amat jelas setelah dia dibebaskan dan pengakuan Dr. M bahawa dia pernah menganiaya Anwar di dalam YouTube (Dr. M kemudiannya menafikan di televisyen dengan memberitahu ucapannya itu hanya sinikal / sindiran)

Tiada Perubahan Yang Signifikan

Peniaga merasakan keuntungan semakin kurang. Golongan muda yang belum mampan ekonominya ingin satu lonjakan ekonomi. Penganggur pula dambakan pekerjaan untuk sesuap nasi. Yang fakir amat miskin kekal dengan dangau yang atapnya bocor dan lantainya reput.

Duit yang Mengecil

Duit yang semakin merosot nilainya menbebankan rakyat hampir keseluruhannya. Di kota-kota besar, mempunyai dua kerja adalah perkara yang biasa. Keluarga yang ramai anak yang masih bersekolah pula seperti diperkotak-katikkan apabila masih perlu menyediakan ratusan RM walaupun menteri mendakwa telah memansuhkan yuran persekolahan.


Kosmetik, Kosmo dan Kos

Kerajaan begitu ghairah dengan projek-projek mega yang tidak nampak akan menguntungkan rakyat untuk jangka masa panjang apatah lagi untuk jangka masa pendek. Kerajaan yang dulunya menganggap pembangkang seperti roket rindukan bulan akhirnya turut mengimpikan roket untuk ke bulan. Tidak dinafikan projek kosmo ini menjadi penyuntik semangat kepada generasi muda namun sebahagian rakyat menganggap belum sampai masanya untuk “indah khabar dari rupa”.

Diskriminasi dan Intergriti

MIC dan MCA dilihat gagal memainkan peranan untuk membela kaum yang diwakili. Intergriti yang dilaung-laungkan juga nampaknya masih jauh untuk direalitikan (mungkin ketara semasa orientasi IPTA sahaja). Sensitiviti kaum lain tidak dijaga apatah lagi pemimpin Melayu menghunuskan keris tanpa sarung sewenang-wenangnya.

Komunikasi yang Gagal

Walaupun Pak Lah mengatakan sudi untuk mendengar realiti walaupun pahit namun hakikatnya semua yang di bawahnya hanya berani memberitahu benda yang indah-indah sahaja. Ketidaktegasan Pak Lah dalam isu-isu besar dan kegagalannya mengawal orang-orang bawahannya menyebabkan rakyat melihat Pak Lah kurang kredibiliti. Pak Lah juga menganggap tidak perlu lagi mendengar nasihat dari orang yang menyerahkan kuasa kepadanya.

Kritikan pembangkang pula hanya didengar sebagai satu usaha untuk menyalahkan dan mengajar kerajaan sedangkan kerajaan sudah ada cerdik pandainya sendiri.

Pucuk pimpinan UMNO juga tidak menghargai sepenuhnya pandangan veteran-veteran UMNO yang dianggap sudah “pencen” sedangkan mereka orang yang lama makan garam dan gula.

Rakyat Sudah Penat

Rakyat sudah bersuara secara aman tetapi suara mereka dianggap sebagai pencemaran bunyi. Apabila merasakan pemimpin bukan lagi menjadi wakil bagi rakyat maka rakyat menafikan BN melalui pilihanraya. Bagi mereka itu adalah cara terbaik untuk mengajar BN.

Layanan Tidak Memuaskan Semua Kaum

Kekurangcerdikan pemimpin utama BN dalam menyelesaikan isu-isu sensitif seperti Shi Ciu (Betulkan jika namanya silap) dan juga Hindraf menjadikan isu itu dilihat menggambarkan kelemahan layanan kerajaan terhadap golongan-golongan tertentu.

Media yang Meloyakan

Tiada ruang yang selayaknya untuk pembangkang malahan pembangkang dilanyak sebanyak-banyaknya. Iklan untuk memenangkan BN dan memalukan BR dimainkan saban jam.

Kepimpinan bersih Kelantan diperburukkan. Tonggak utama PAS cuba diaibkan sebaik mungkin. Segala “kesilapan” Nik Aziz dan Hadi dicari seterusnya proses cut & paste pun digunakan bersama olahan berita secukup rasa. Keterdesakan untuk mencari bahan untuk mengaibkan terlalu ketara. Gamaknya jika Nik Aziz terkentut satu rancangan khas tentang itu akan disiarkan di RTM selama sejam setiap malam mengantikan slot berita.

SPR yang Celaru

Sekejap mati setem, sekejap tidak. Masa untuk mematikan setem pun amat tidak logik apabila arahan diterima pembangkang pada hari Khamis sedangkan di sesetengah negeri, Jumaat merupakan hari cuti. Sekejap pakai dakwat, sekejap tidak. Setelah kabinet dan majlis fatwa membenarkan isu keselamatan digunakan apabila SPR mendakwa ada pihak yang membeli dakwat tersebut yang hingga ke hari ini tidak diketahui siapakah orangnya.

Satu perkara yang memeranjatkan apabila umur persaraan kakitangan kerajaan dinaikkan dari 55 kepada 56 tahun. Tindakan ini didakwa sebagai penerusan kuasa dengan melanjutkan kuasa kepada pengarah SPR untuk terus mengarah SPR. Kerahsiaan kertas undi yang mempunyai nombor siri dan telus relevannya undi pos terus diperkatakan.


Yakin Melampau dan Cakap Besar

BN dibuai mimpi indah setelah PRU 11 mencatatkan kejayaan yang lebih baik daripada era Mahathir. Mereka menganggap keputusan itu akan kekal selama bertahun-tahun sehingga PRU 12 dan ada di kalangan pemimpin mereka bercakap besar dengan kekuatan mereka.


Pemimpin Korup

Ini sebenarnya yang menjadi duri dalam daging dalam BN. Semangat Pak Lah menghapuskan rasuah selepas baru mendapat mandat hanya hanya tinggal kenangan. Najis rasuah atau bahasa lembutnya politik wang masih memainkan peranan dalam perebutan dan pengekalan kuasa pemimpin-pemimpin BN. Mungkinkah benar kata-kata “Kalau si ayah kencing berdiri, sudah tentu si anak kencing berlari”.

Manakala para MB, YB dan seterusnya JKKK dilihat tidak memainkan peranan yang sejujurnya kepada masyarakat. Seringkali kepentingan politik diutamakan dari kepentingan rakyat keseluruhan tanpa mengira parti. Sikap ini terus menjengkelkan golongan pembangkang dan menyebabkan mereka geli untuk mendekati pemimpin kawasan mereka.


Rakyat Sudah Matang dan Berani Berubah

Apabila tiada ruang untuk pembangkang di medai massa, rakyat mencari-cari maklumat pembangkang dari sumber lain seperti internet. Mencari maklumat berbeza dengan diberi maklumat kerana maklumat yang diberi kerana apabila sesuatu itu dicari, maklumat itu akan menjadi beharga bila dijumpai.

Boleh dikatakan majoriti kaum Cina dan India sanggup berubah dan menghadapi risiko dengan memberikan undian kepada pembangkang namun kaum Melayu masih lagi menganggap UMNO adalah warisan yang harus dipertahankan.


Protes Dalaman

Sudah menjadi budaya dalam UMNO apabila pangkat dicari maka tidak menjadi kehairanan apabila “musuh dalam selimut” sentiasa ada di mana-mana peringkat. Dendam berdendam demi politik survival adalah lumrah.

Politik Perkauman Tidak Relevan Lagi

Setelah 50 tahun merdeka, politik assabiyyah tidak lagi diterima kerana bila hipokrit di hadapan bangsa lain, bangsa sendiri mengata, bila jujur, bangsa lain akan boikot.

Fahaman assabiyah telah ditolak oleh Islam. Contoh terdekat dan nyata ialah bangsa Yahudi yang tidak dapat menerima nabi daripada bangsa lain. Secara realitinya, seseorang tidak boleh mengubah status bangsanya tapi boleh mengubah status agamanya sesuka hati.

Bloggers

Jika anda membaca dari mula hingga ke bahagian ini bermakna peranan penulis blog tidak harus dipandang ringan. Mungkin ungkapan “Mata pena lebih tajam daripada mata pedang” bila diterjemahkan didalam versi siber menjadi “Ketukan papan kekunci lebih kuat dari letupan gunung berapi”.

KONKLUSI

Jika hendak dicari dan dihurai punca kekalahan BN, 7 hari 7 malam tidak mencukupi. Apa yang dinyatakan di atas hanyalah sebahagian daripada sebabnya. Bagi saya tidaklah perlu menampal bocor di kapal yang lama sedangkan kapal yang baru yang lebih laju dan cantik dapat menerima penumpang kapal yang lama dengan syarat dicuci lumpur di kakinya.

Ingat, MCA dan MIC sudah tidak relevan untuk kaum Cina dan India cuma UMNO sahaja yang masih mendapat sebahagian sokongan kaum Melayu. Sekali lagi diingatkan untuk orang Melayu, kalau tidak mahu “mabuk laut” sila naik kapal baru ! Jom sama-sama bercuti di tengah laut menyaksikan biru langit dan indahnya wulan !

Kita jangan buang masa, 
bertindak masuk BA (PR) segera, 
bukannya sengketa sesamalah kita, 
langit dijunjung milik semua !

Ketukan Papan Kekunci
Mohd Fairuz Mat Zin

(siaran ulangan)